Kini untuk mengembangkan kasusnya winarti ditahan di mapolsek semen berikut barang bukti uang palsu sejumlah 520 rupiah. Ia ter-ancan hukuman 15 tahun penjara karena melanggar pasal 245 k-u-h-p tentang peredaran uang palsu.

Petugas satuan polisi pamong praja kabupaten nganjuk menggelar operasi penertiban penambang pasir liar di sepanjang aliran sungai brantas. Petugas hanya mendapat satu diesel pengeruk pasir sementara puluhan alat lainnya berhasil dilarikan oleh pemiliknya.

Satu set alat pengeruk pasir di desa ngrombot kecamatan patianrowo langsung diamankan oleh petugas satpol pp beserta aparat gabungan dari polres nganjuk dan kodim 0808 nganjuk.

Alat pengeruk pasir yang terdiri dari mesin diesel dan puluhan gelondong pipa berukuran besar langsung diamankan dan ditarik ke bantaran sungai dengan menggunakan alat berat.

Operasi yang dilakukan oleh puluhan aparat gabungan ini berjalan kurang efektif karena puluhan penambang liar masih bisa beroperasi dan tidak takut kedatangan petugas puluhan mesin pengeruk pasir hanya dipindah ke seberang sungai oleh para pemiliknya.

Kepala satpol p-p kabupaten nganjuk hendry sutanto mengakui operasi terbuka yang dilakukan pihaknya tidak berjalan mulus ini disebabkan minimnya peralatan untuk mengejar para penambang pasir yang melarikan alatnya ke seberang sungai.

Selain keterbatasan alat henry juga menyesalkan keterlibatan warga sekitar yang diperalat sebagai mata-mata oleh pemilik penambangan liar keberadaan mereka yang biasa disebut caraka ini bertugas memberi informasi kedatangan aparat.

Karena jengkel dengan ulah caraka atau mata-mata ini petugas gabungan langsung merobohkan puluhan gubuk yang biasa digunakan mangkal petugas juga membakar gubuk-bubuk yang digunakan istirahat penambang pasir liar.

Seorang pemuda di nganjuk jawa timur nekad membacok kakak iparnya hingga terluka parah. Ulah brutal pelaku dipicu karena sakit hati kakak perempuannya yang menjadi istri korban sering disakiti dan ditelantarkan.

Suprano warga tanjunganom nganjuk langsung diminta memperagakan aksi brutalnya sesaat setelah ditangkap polisi polsek warujayeng . Dalam peragaan di tkp lokalisasi kandangan warujayeng itu diketahui suparno telah menyiapkan sebilah sabit untuk menghabisi suparman kakak iparnya.

Menurut suparno dia nekad melakukan pengaiayaan lantaran sakit hati kakak perempuannya sering disakiti dan dianiaya oleh suparman. Kakak iparnya yang pengangguran hanya pulang untuk meminta uang kepada keluarganya usai foya-foya di lokalisasi.