Lama Perjalanan Tour Raja Ampat Dari Sorong

Sebelum mencapai lokasi utama, perjalanan dimulai dengan tour raja ampat dari sorong. Anda berminat pergi berlibur ke raja ampat di bulan ini?

  • pergi secara mandiri atau ikut raja ampat tour sama saja. Intinya pengunjung harus melewati rute yang lumayan jauh untuk bisa sampai ke kepulauan raja ampat.
  • Tur dimulai, garis start pengunjung harus sudah sampai di sorong.
  • Dari penerbangan manapun bisa sampai ke satu bandara saja di papua setelah transit dari beberapa bandara yang tersedia baik untuk domestik maupun internasional.
  • Jika anda mengajak teman dari luar negeri, usahakan tidak langsung menuju ke sorong karena pihak penerbangan ini tidak menyediakan penerbangan dari luar negeri. Pastikan transit terlebih dahulu di bandara-bandara internasional terdekat.
  • Bagi pengunjung yang berasal dari jawa timur bisa lanjut ke sorong dari bandara internasional Juanda Surabaya.

Untuk yang berada di wilayah sumatera bisa berangkat jalur penerbangan dari bandara Makassar. Begitu juga dengan wlayah Jawa barat dan jawa tengah bisa berangkat dari bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Setelah sampai di kota Sorong, pengunjung harus naik angkutan umum untuk mencapai daerah pelabuhan. Sesampainya di pelabuhan, anda akan bergegas untuk menyeberang ke ibukota raja ampat melalui jalur laut. Pemerintah bersama pengelola wisata sudah menyediakan transportasi memadai berupa penyeberangan ferry dan speed boat untuk kecepatan perjalanan. Disarankan melalui jalur ferry agar tidak terdampak gelombang pasang laut.

Jarak tempuh dari pelabuhan ke ibukota raja ampat cukup jauh, bisa memakan waktu hingga 5 jam perjalanan. Belum sampai disana, lokasi raja ampat masih harus ditempuh lagi dengan perjalanan laut selama kurang lebih 3 jam dari waisai. Setelah sampai di raja ampat, silahkan mencari lokasi penginapan yang sudah dipesan. Anda bisa bertanya pada pengelola diving atau pengelola wisata yang berjaga di gerbang masuk. Dari lokasi wisata ke penginapan anda dapat ditempuh dengan berjalan kaki karena di daerah tersebut hampir tidak ada penduduk yang memiliki kendaraan bermotor. Mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan, kapal menjadi alat transportasi umum disana.