Tips Menggunakan Mic Wireless

Mic Wireless adalah salah satu perangkat audio yang paling berguna di bidang rekaman. Bagaimana memilih sistem wireless dan cara terbaik untuk menggunakannya? Wireless mic dibuat untuk penggunaan dengan cakupan ruang gerak yang luas. Wireless microphone dapat menghemat waktu dan lebih mudah di-setting. Ada dua rentang frekuensi wireless, yakni VHF dan UHF (frekuensi sangat tinggi dan ultra tinggi).

Jika Anda harus memilih di antara keduanya, frekuensi VHF lebih ramai karena banyaknya perangkat yang digunakan dalam rentang frekuensi tersebut. UHF memiliki sedikit lebih banyak kelonggaran dalam menerima sinyal yang bersih, yang lebih praktis untuk digunakan.

Pada dasarnya, kedua jenis frekuesi ini bekerja dengan cara yang sama: Mic mentransmisikan sinyal audio, yang kemudian memodulasi sinyal menjadi frekuensi radio dan mengirimkannya ke penerima, mendemodulasi sinyal, mengubahnya kembali menjadi sinyal audio.

Sekarang, masuk ke peralatan yang digunakan. Kami akan menggunakan pemancar body-pack dan mic lavalier sebagai contoh; mungkin yang paling banyak digunakan dari semua jenis sistem. Mikrofon lavalier terhubung ke pemancar melalui mini plug dan mentransmisikan ke frekuensi yang dipilih penerima.

mic wireless

Sebagian besar receiver memiliki output XLR untuk dicolokkan ke sistem penguat. Beberapa receiver akan menyediakan jack XLR dan 1/4 “. Semua itu tergantung Anda dan kompatibilitas amplifier atau mixer.

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum membeli adalah indikator baterai pada pemancar body-pack sehingga Anda dapat memantau level baterai dan layar informasi soal frekuensi apa yang digunakan.

Berikut tips untuk mengoperasikan sistem wireless:

1. Ruang di antara transmitter dan receiver harus bebas hambatan. Hal tersebut akan membantu meningkatkan koneksi yang baik antar perangkat tanpa banyak gangguan. Kendati demikian, sinyal wireless mic masih mampu menembus dinding atau rintangan lain meski koneksinya kurang bagus. Saran terbaik adalah mencobanya langsung di “tkp”. Jika Anda puas, ya gunakan. Jika tidak, Anda bisa coba frekuensi lain.

2. Saran ini berkaitan dengan seberapa tinggi level baterai. Selalu cek tingkat daya baterai, dan jangan lupa membawa beberapa baterai cadangan.

3. Ketika memilih receiver untuk wireless microphone, pilih receiver yang diversity. Frekuensi radio bisa memantul kembali dari permukaan di sebuah ruang sehingga gelombang yang mencapai antena pada waktu yang berbeda bisa menyebabkan glitch. Sebuah receiver diversity memiliki 2 antena dan 2 demodulator. Dengan dua antena, sinyal akan tetap diterima pada waktu yang berbeda; sinyal yang diterima akan berganti-ganti, dan hanya yang terbaik yang dipilih.

Kami berharap tips tadi akan membuat pemahaman dan pengalaman Anda dengan sistem wireless sedikit lebih bermanfaat dan bebas masalah.