Perlu Anda Waspadai 5 Gangguan Kesehatan Yang Timbul Di Bulan Puasa

Bulan puasa Ramadhan tahun ini adalah satu minggu lagi. Prinsip-prinsip fisik diperlukan untuk dapat beribadah dengan baik.

Namun, perubahan dalam pola penggunaan dan gaya hidup akan mempengaruhi banyak keadaan selama Ramadhan. Karena itu, agar tidak jatuh sakit dan beribadah dengan lancar, beberapa gangguan medis yang sering dialami selama bulan puasa harus dicatat:

Baca juga : bali driver, lembongan island tour dan ubud tour

1. Kelelahan

Selama bulan puasa, tubuh biasanya bangun pagi pada waktu fajar dan tidur larut malam setelah sholat tarawih. Pola tidur berubah dan cenderung kurang sementara aktivitas tetap sama seperti biasanya membuat tubuh rentan terhadap kelelahan.

Kelelahan dapat menyebabkan mengantuk dan menurun. Selain itu, ketika tubuh lelah, tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit seperti pilek dan sakit kepala.

Untuk mengurangi risiko kelelahan, yang terbaik adalah mengonsumsi asupan vitamin dari sayuran dan buah-buahan atau suplemen vitamin.

2. Asam Perut

Gangguan perut atau juga dikenal sebagai maag adalah salah satu penyakit paling umum di bulan Ramadhan. Asam perut dapat ditingkatkan dengan perut kosong.

Karena itu, agar ulkus tidak menyerang jangan sampai ketinggalan fajar. Selain itu, hindari makanan dan minuman yang bisa meningkatkan asam lambung seperti kopi, soda, dan gorengan di lambung yang masih kosong.

3. Dehidrasi

Selama bulan puasa, tubuh sering kehilangan cairan dan dehidrasi. Jika kebutuhan air tidak mencukupi, kerja sistem organ dapat terganggu dan meningkatkan risiko penyakit. Salah satu tanda kurangnya air bisa dilihat dari bibir yang pecah, kulit kering, warnanya yang berbau dan berbau.

Dalam Pedoman Gizi Seimbang dari Departemen Kesehatan, remaja dan orang dewasa disarankan untuk minum dua liter atau sekitar delapan gelas sehari untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh.

4. Batuk

Makan yang sering dimakan saat makan dan istirahat sering menciptakan radang tenggorokan. Piring seperti minuman manis dan dingin dan makanan manis dan digoreng harus dimakan tanpa overdosis. Asupan ini bisa diimbangi dengan penggunaan air hangat dan buah-buahan untuk mencegah peradangan. tenggorokan.

5. Sembelit

Sulit buang air besar juga sering menjadi masalah selama bulan puasa. Pola makan tidak teratur dan kurangnya asupan cairan jadi salah satu pemicu munculnya sembelit.

Jadi sembelit tidak datang di bulan puasa ini, penggunaan makanan dan cairan kaya serat diperlukan. Serat tersedia dari sayuran dan buah-buahan hijau. Yogurt ekstra juga enak dimakan saat berpuasa.