Kamu yang Lelah Karena Melakoni Kerja Sambil Kuliah, Percayalah Kelelahanmu Ini akan Terbayar Lunas

Kamu mungkin tidak berasal dari keluarga yang mampu sehingga saat kamu lulus dari Sekolah Menengah Atas, kamu langsung dihadapkan pada kenyataan bahwa kamu tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu sebagai mahasiswa. Mungkin disitulah saatnya kamu mulai membuat kesepakatan untuk cita-citamu agar ia menunggu dahulu.

Waktu beberapa rekanmu repot jadi mahasiswa baru, anda jadi repot dengan Curiculum Vitae untuk diserahkan ke perusahaan satu serta perusahaan yang lain. Tetapi, ada kepercayaan kuat yang terselip kalau satu waktu kelak anda tentu dapat jadi seseorang mahasiswa. Berikut suka-duka yang anda rasakan jadi pekerja yang jadi mahasiswa.

1. Awalannya semangatmu menggelora serta keyakinanmu membara waktu pilih memerankan kerja sembari kuliah.

Anda yang sudah bekerja terasa kalau pengetahuan yang anda punyai masih tetap kurang dari semestinya, hingga anda juga mulai pilih untuk menimba pengetahuan sekali lagi di satu Kampus yang anda yakin. Karna anda sadar anda tidak dari kelompok keluarga di atas rata-rata pada akhirnya dengan kepercayaan penuh anda mengambil keputusan untuk tetaplah bekerja di siang hari serta kuliah pada malam harinya.

2. Di dalam jalan rasa capek mulai menggelayutimu, keyakinanmu sedikit untuk sedikit mulai luntur.

Perjalanan awal jadi pekerja sekalian mahasiswa merasa mengasyikkan, rasa capek itu masih tetap belum juga merasa. Aktivitasmu makin bertambah, daftar rekan juga makin banyak. Anda bersukur kalau anda yang datang dari keluarga bebrapa umum saja pada akhirnya dapat jadi seseorang mahasiswa.

Tetapi, ditengah jalan semua tidak sesuai sama perkiraanmu. Rekan-rekan seperjuangan banyak yang pilih gugur ditengah jalan karna tidak kuatnya diri memikul rasa capek yang berkelanjutan.

Nyatanya kesibukan bekerja pada pagi hari yang segera diterima kuliah pada malam harinya buat fikiran serta badan makin ringkih terlebih dibarengi dengan beberapa pekerjaan kuliah yang menumpuk jadi satu dengan beberapa pekerjaan di kantor. Anda juga mulai goyah akankah melanjutkan perjuangan atau ikuti jejak rekan seperjuangan.

3. Di dalam rasa frustasi yang berkelanjutan, pada akhirnya anda pilih untuk cuti kuliah.

Anda yang makin rasakan kelelahan sedikit untuk sedikit mulai melupakan semangat awal yang menggelora. Di titik ini anda mulai ajukan pertanyaan pada sendiri, apa yang paling anda kehendaki? Cuma saja jawaban yang anda kehendaki belum anda peroleh.

Anda frustasi karna bila anda pilih gugur dari perjuangan ini juga akan beberapa orang yang kecewa terhadapmu termasuk juga orangtua yang belakangan ini menyimpan keinginan di pundakmu supaya anda jadi seseorang Sarjana. Pada akhirnya cuti kuliah adalah jalan keluar aman yang diambil untuk meredakan rasa lelahmu.

4. Sesudah perbincangan yang panjang sepanjang cuti, pada akhirnya anda pilih untuk selalu meneruskan perjuangan.

Sepanjang meredakan rasa capek itu anda mulai bertanya-tanya sekali lagi pada sendiri. Orangtuamu juga mulai mempertanyakan kapan anda juga akan kembali menimba pengetahuan di universitas. Anda mulai mencari-cari semangatmu yang dahulu sempat menggelora, sekarang ini anda telah mantap dengan pilihan yang juga akan diambil.

Anda juga mulai menyalakan keyakinanmu sekali lagi yang sekian waktu lalu pernah redup. Anda pilih untuk selalu meneruskan perjuangan. Tetapi maksudmu mulai beralih bukanlah untuk gengsi atau untuk keegoisanmu untuk memperoleh pengetahuan yang lebih. Anda meneruskan kuliah untuk kebahagiaan orangtuamu.

5. Waktu pada akhirnya anda mengambil langkah sekali lagi ke Universitas, tidak juga akan ada sekali lagi rasa capek yang menggelayutimu.

Kerja pada pagi hari kemarin dilanjutkan dengan kuliah pada malam hari anda lakoni selalu sepanjang lima hari dalam satu minggu. Cuma saja rasa capek yang dahulu pernah menggelayutimu saat ini telah mulai merasa enteng.

Anda mungkin saja mulai sekali lagi dari 0, tapi keyakinanmu tidak juga akan luntur sekali lagi karna kamu paham.kamu mengerti orangtuamu juga akan tersenyum sewaktu kelak mereka melihatmu menggunakan toga. Hal terindah mana sekali lagi yang dapat menandingi senyuman orang-tua.SUmber: http://www.siamplop.net/