Apindo: Pengenaan Pajak Kendaraan Alat Berat Tidak Sah

Ketua Umum APINDO. Hariyadi B. Sukamdani menegaskan, dasar penarikan pajak kendaraan bermotor untuk alat berat tersebut tidak sah lantaran apa yang menjadi dasar hukumnya sudah dibatalkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi itu sendiri.

Oleh karenanya, Hariyadi mengungkapkan agar dunia usaha tetap konsisten menjalankan Amar putusan MK dan berharap Pemerintah memberikan kepastian hukum terkait pajak kendaraan bermotor untuk alat berat.

“Saat ini, ketaatan Pemerintah Pusat serta Daerah untuk menggerakkan putusan sesuai sama Amar putusan MK begitu diinginkan hingga tak akan ada pungutan. Dengan spesial, Pemerintah Daerah bisa berfikir lebih serius untuk buat kebijakan yang lebih business-friendly untuk menarik investasi yang dapat menyerap tenaga kerja, serta bisa memberi peran untuk perekonomian daerah serta Nasional, ” tegas Hariyadi dalam tayangan persnya yang di terima redaksi INDUSTRY. co. id, Selasa (14/11/2017).

Selanjutnya, Ketua Tim Kuasa Hukum yang lakukan Judicial Review atas UU itu, Ali Nurdin menyebutkan kalau Putusan MK memiliki kemampuan hukum mengikat mulai sejak usai disampaikan dalam sidang pleno yang terbuka untuk umum, hingga mulai sejak tgl 10 Oktober 2017 ketetapan dalam UU PDRD yang mengatur mengenai alat berat tidak dapat sekali lagi dipakai.

Seirama dengan Ali Nurdin, Ketua Umum Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) yang Koordinator Paduan Asosiasi Yang memiliki serta Pemakai Alat Berat, Tjahyono Imawan menuturkan kalau beberapa entrepreneur alat berat, mulai sejak keluarnya UU Nomor 34 Th. 2000 yang lalu direvisi dengan UU Nomor 28 Th. 2009, sudah mempermasalahkan pengelompokan alat berat jadi kendaraan bermotor dengan keharusan membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Oleh karena itu, dengan keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 15/PUU-XV/2017, Pemerintah diinginkan bisa menghormati serta ksanakan putusan MK itu supaya ada kepastian hukum dalam menggerakkan usaha, ” pungkas Tjahyono. Sumber: siamplop.net