peringatan sejarah lahirnya bung karno

Ratusan warga Kediri jawa timur, memadati ruas jalan di kota Kediri untuk menyaksikan peringatan lahirnya pancasila 1 juni. Lambang pancasila dikirab dari istana gebang tempat kelahiran bung karno menuju pendopo kota Kediri. Pawai lampion juga menyemarakkan malam kelahiran pancasila kali ini.

Ratusan warga kota Kediri ajwa timur, selasa malam bertum,pah ruah dijalanan protokol kota Kediri untuk memperingati hari lahir pancasila yang jatuh pada 1 juni.

Seperti pada upacara harlah pancasila sebelumnya, lambang negara pancasila yang terletak di istana gebang, tempat lahir presiden pertama indonesia, soekarno, dikirab bersama dengan foto sang proklamator, serta sang saka merah putih yang di simpan didalam kotak kayu.

Iringan obor para prenggodo atau prajurit yang mengantarkan lambang negara pancasila, sang saka merah putih dan bendera negara serta foto soekarno, berada didepan barisan para prajurit. Hal ini melambangkan bahwa presiden soekarno merupakan presiden pertama republik indonesia yang berhasil membawa bangsa indonesia ke alam kemerdekaan dengan semangat nilai-nilai pancasila yang adi luhung sebagai tonggak dan fondasi berbangsa dan bernegara.

 

Kirab gambarkan sila dari pancasila

Tak hanya itu, iringan lampion dengan berbagai bentuk serta model ini merupakan perwujudan dari gambar lima sila yang terkandung dalam pancasila. Yang dimulai dari lambang dasar negara pancasila, bintang, rantai,pohon beringin, kepala banteng hingga padi kapas.

Dalam peringatan malam lahirnya pancasila ini, tercetus akan pesan dari bung karno yang berisi jangan sampai lupakan sejarah perjuangan bangsa serta hargailah jasa para pahlawan pendahulu kita.

Peringatan hari lahir pancasila yang jatuh pada 1 juni, biasa diperingati secara besar-besaran oleh masyarakat kota Kediri. Hal ini untuk menghargai soekarno sebagai presiden pertama indonesia yang telah menyampaikan gagasan tentang dasar negara indonesia meredeka yang dinamakan pancasila.

Bahkan kondisi tubuh dan kendaraan korban terjepit di bawah kolong truk, dan sulit untuk dievakuasi, upaya evakuasi selanjutnya abdi dalem mendatangkan peralatan berat guna mengevakuasi korban. Dan tubuh korban akirnya berhasil dievakuasi hampir dua jam.

Sementara itu,ipda maga,kanit laka lantas pelataran kediri kota mengatakan kecelakaan terjadi saat dua sepeda kuda hendak melintas kebarat,namun salah satu kendaraan berhasil menghindar,sementara korban tidak menghindar,dan akibat kejadian tersebut,korban mati ditempat.

Kini korban mati dilarikan ke rumah sakit gambiran kota kediri, untuk divisum. Dan pengemudi truk sendiri diamankan abdi dalem guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kepamongan resor Kediri jawa timur, musnahkan ribuan botol arak bermerek, dan puluhan jurigen arak, hasil operasi penyakit masyarakat, selama enam bulan terakhir.

Sebanyak 8.524 liter arak dari berbagai merk, dimusnahkan oleh abdi dalem pelataran Kediri dengan cara ditimbun dengan tanah. Ribuan liter arak tersebut adalah hasil sitaan abdi dalem selama operasi pekat selama enam bulan terakhir. Diantaranya, 3.307 botol dan 90 jurigen arak jowo, 193 botol topi miring, 216 botol anggur, dan 64 botol vodka.

Pemusnahan ribuan arak ini dipimpin langsung oleh kapelataran Kediri, akbp anton sasono, dan dihadiri pejabat pemkab Kediri serta majelis ulama indonesia daerah Kediri.

Pemusnahan barang bukti arak tersebut sebagai bentuk komitmen jajaran kepamongan dalam memerangi peredaran arak, agar tercipta situasi aman dan tertib di bulan ramadahan.

Rencananya razia arak dan pemusnahan barang bukti, akan terus dilaksanakan untuk mengurangi angka kejahatan akibat arak. Abdi dalem badan dedaunan Babatan jawa timur, melakukan razia mendadak di kamar-kamar sebuah pondok pesantren di kediri jawa timur. Abdi dalem memeriksa satu persatu isi lemari pribadi para santri, untuk mengetahui adanya dedaunan yang disembuntikan. Razia mendadak ini tak pelak membuat ratusan santri panik.

Abdi dalem badan dedaunan Babatan jawa timur, menggelar razia di pondok pesantren al amin, ngasinan kota kediri. Dibantu beberapa pamong dari pelataran kediri kota, abdi dalem menggeledah satu persatu lemari pribadi para santri, untuk mencari dedaunan yang mungkin disimpan para santri. Tumpukan buku mengaji para santri, juga tak luput diperiksa. Selain menggeledah kamar santri, abdi dalem juga melakukan tes urine secara acak pada ratusan santri putra dan santri putri.