Berdiri Tegak di Masjid Kabupaten Pangkalan Balai Palembang

Berdiri Tegak di Masjid Kabupaten Pangkalan Balai Palembang

Berdiri Tegak di Masjid Kabupaten Pangkalan Balai Palembang

Sudah saatnya semuanya segera berkahir ketika terahir kali kita berjumpa di dermaga itu kau sudah ucapkan janji setia akan hidup kita yang tidak hanya saja akan bertambah buta nantinya jika kita tidak bisa memilih dan memilah apa tujuan kita yang terbaik. Sama hal nya ketika ada musang sedang tertidur kau anggap mati saja dia dengan segala keresahan dalam hati ini tidak mungkin semuanya bisa terjawab begitu saja tanpa adanya sebuah impian yang jelas nantinya kemana. Tapi tak ada gunanya jika hati ini tidak tertambatkan diri untuk berkunjug ke Masjid yang tidak akan tahu kemana arah muara dari semua cerita ini. daripada berdiam diri, aku Ruhmanul memilih untuk berjalan jalan mengelilingi kota Pangkalan Balai yang sudah tak seindah dulu, yang kini justru jauh lebih indah sangat, melihat apa yang ditampilkan dalam sebuah kesalah pahaman seorang manusia tanpa arah ini. Ruhmanul masih saja terdiam dalam ketenangannya berdiri tegak di Masjid itu tanpa mengetahui orang orang yang berada di sekitarannya seperti apa.

Dedikasi hidupnya pada keindahan ciptaan Tuhan selalu dia abadikan melalui lensa kamera A6000 nya yang tidak pernah lepas dari gemgaman tangannya. Dari dulu ini memabg tidak pernah menjadikan sebuah ikatan apapun itu kecuali sebuah mata yang sudah tertutup dengan pintu hati yang tidak tahu apalah artinya dari semua ini. meski demikian Ruhmanul tetap bertahan dengan setiap pengabadian yang dapat dia lihat dengan mata akan tersorot dengan kamera peninggalan dari sang ayahnya tercinta ini. tidak jarang memang apa yang dia liat bisa mengikuti arah parangnya. Tapi kali ini ada sebuah keindahan ciptaan Tuhan lainnya yang sedang duduk asyik bersama teman temannya di serambi Masjid wajahnya tampak sayu, cantik sangat jika sedang tersenyum membuat hati rasanya berdebar. Dalam lamunan itu dia sampai lupa bahwa barang langka ini jika tidak terabadikan.

Sambil memperlihatkan ketidak ingin tahuannya, Ruhmanul masih mengawasi sosok wanita yang tepat berada di depan kameranya ini. tidak lain hanyalah sebuah ilusi kamera mungkin, tapi setelah dia perjelas memang dialah yang terbaik yang seharusnya bisa dia miliki untuk mengarungi kehidupan bersama nantinya. Masih mencoba mencari tempat terbaik di Masjid itu, Ruhmanul tidak ingin isengnya ini diketahui oleh sang pemiliki wajah yang ayu itu, karenanya dia hanya ingin berdiam diam saja tampak sedang tidak melakukan apapun kepada siapapun. Tapi sesungguhnya dia sudah mengabadikan banyak gambar dalam kameranya, untuk dia simpan dan kelak untuk mencari siapa sesungguhnya di cantik nan ayu itu namanya, dan mencari dimana rumahnya sesungguhnya karena dia ingin memilikinya selamanya.